cool hit counter UNAPPOLOGETIC

→ Jony Ive dan Apple Park

Wall Street Journal baru saja menerbitkan artikel menarik hasil wawancara dengan Chief Design Officer Apple, Jony Ive. Dalam wawancara tersebut, Ive menceritakan bagaimana proses awal mula terlahirnya ide akan Apple Park.

For much of the past decade, a plot of land in Northern California’s suburban sprawl has been the focus of Ive’s imagination. Walking in London’s Hyde Park in 2004, Jobs fantasized with Ive about building a campus centered around a quad, like Stanford University, with plenty of parkland for meandering and meeting, Ive says. At the time, the first iPhone was in the works, and Apple’s revival, thanks to the iPod and iMac, meant the company had outgrown its digs in Cupertino, California, capable of housing 3,000 people in the six buildings that make up Infinite Loop. Apple slowly began plotting for a new space, buying 175 acres of a former Hewlett-Packard site that Ive described as “acres of parking,” one freeway exit south of Apple’s existing headquarters.

In the early days of planning, Ive and Jobs shared “drawings, books, and created expressions of feelings,” says Powell Jobs, who often witnessed the longtime partners collaborating. Some principles were a given, such as the belief that natural light and fresh air make workers happier and more productive.

Satu hal yang menarik dari saya adalah bagaimana Ive memperlakukan proses desain Apple Park sama dengan produk Apple lainnya.

From the beginning, Ive had an “absolute obsession with the idea that it was built like a product, not like a piece of architecture,” says industrial designer Marc Newson, one of Ive’s oldest friends, who has contributed to Apple designs in recent years.

Selain itu, pemilihan bentuk bangunan Apple Park yang seperti cincin raksasa juga bukan tanpa alasan. Seperti yang dijelaskan oleh Ive di WSJ

“One of the advantages of this ring is the repetition of a number of segments,” says Ive. “We could put enormous care and attention to detail into what is essentially a slice that is then repeated. So there’s tremendous pragmatism in the building.” The ring would be made up of pods—units of workspace—built around a central area, like a spoke pointing toward the center of the ring, and a row of customizable seating within each site: 80 pods per floor, 320 in total, but only one to prototype and get right.

Silakan baca artikel lengkapnya di sini.

Review AirPods, sebenar-benarnya wireless

Apple adalah salah satu perusahaan teknologi yang paling gemar meninggalkan teknologi yang dianggapnya sudah usang. Sebagai contoh, USB tipe A di Macbook Pro terbaru dan port audio 3,5 mm di iPhone 7. Ketika rumor mengenai hilangnya port audio 3,5 mm merebak, pada saat yang bersamaan pula Apple dikabarkan bersiap merilis sebuah earphone wireless pintar dan hal itulah yang sekarang kita kenal dengan AirPods.

AirPods bukan sekedar earphone wireless biasa. Apple menggunakan chip khusus W1 yang membuat AirPods dapat terhubung dengan iPhone, iPad dan Mac dengan lebih cepat dan mudah. Apabila sebelumnya kamu pernah menggunakan earphone wireless dan mengalami betapa ribetnya memasangkan dengan smartphone, maka hal tersebut tidak akan kamu alami lagi dengan menggunakan AirPods.

→ Apple Machine Learning Journal

Tak seperti biasanya dimana Apple mengerjakan sesuatu secara rahasia, perusahaan pembuat iPhone, iPad dan Mac tersebut baru saja merilis Apple Machine Journal. Lewat laman website dengan format mirip blog itu kamu bisa membaca pengalaman para engineer di Apple mengerjakan proyek machine learning.

Welcome to the Apple Machine Learning Journal. Here, you can read posts written by Apple engineers about their work using machine learning technologies to help build innovative products for millions of people around the world.

Artikel pertama yang dipublish berjudul “Improving the Realism of Synthetic Images”. Dalam artikel tersebut diceritakan bagaimana para engineer di Apple berhasil menggunakan gambar buatan untuk membuat model machine learning.

Sebelumnya, Apple sempat mengalami kesulitan dalam merekrut para ahli dalam bidang kecerdasan buatan berkat kultur tertutup yang dimilikinya. Hal tersebut lantaran para ahli yang direkrut oleh Apple tidak bisa mempublikasikan hasil riset mereka ke publik. Hingga pada akhir tahun 2016, dalam sebuah konferensi, direktur AI Apple, Russ Salakhutdinov menyatakan bahwa Apple akan lebih terbuka terkait riset AI yang sedang dilakukannya. Dan mungkin, Apple Machine Learning Journal ini jawabannya.

Hackintosh 3 Juta

Hackintosh adalah sebuah usaha atau bagi sebagian orang menjadi hobi menjalankan sistem operasi macOS di perangkat atau hardware yang bukan dibuat dan dirilis oleh Apple. Gampangnya, install macOS di PC/ Laptop non Apple. Biasanya ada dua jalan yang ditempuh. Pertama, memilih komponen yang sudah diketahui cocok dengan macOS dan merakitnya sendiri atau langsung install pada PC/ Laptop. Idealnya, cara pertama yang harus diambil untuk mempermudah instalasi macOS nantinya dan tidak dipusingkan akibat ketiadaan driver dan ketidakcocokan antara hardwarenya dengan macOS. Beberapa waktu yang lalu, saya sempat mencoba membuat Hackintosh. Tidak sesulit yang dibayangkan namun apabila kamu ingin mengikuti langkah saya, silakan baca dulu postingan ini sampai habis ya!

Awal dari keputusan merakit Hackintosh sebenarnya datang dari kebutuhan adik saya akan komputer/ laptop baru untuk mengedit video. Berhubung laptop yang dipakai sudah mulai tua renta, dan saya buta tentang laptop atau PC selain Apple yang bagu maka saya menyarankan untuk membuat Hackintosh saja. Toh saya pikir ini sebuah win-win solution. Adik saya bisa menggunakan macOS dengan dukungan aplikasi edit foto dan video yang ciamik dan saya bisa mendapat pengalaman lebih tentang membuat Hackintosh.1

→ Panic rilis Transmit 5 dengan dukungan layanan penyimpanan awan yang lebih banyak

Grup pengembang Panic, baru saja merilis Transmit 5. Buat kamu yang belum tahu, Transmit adalah aplikasi untuk mengelola dokumen atau file yang berada di server. Bisa melalui protokol SFTP, FTP ataupun S3. Transmit 5 membawa UI baru, tambahan dukungan layanan penyimpanan awan seperti Dropbox dan Google Drive serta fitur Panic Sync yang lebih dulu terdapat di aplikasi versi iOS.

Kamu bisa membeli Transmit 5 dengan harga $35 hingga minggu depan dan bagi kamu yang membeli Transmit 5 setelah 10 Juni berhak mendapat update gratis. Panic juga menyediakan free trial Transmit 5.

Berlangganan
UNAPPOLOGETIC Newsletter

Dapatkan beragam informasi, berita seputar Apple juga tips dan trik perangkat iPhone, iPad dan Mac setiap minggunya