cool hit counter Apa itu Getting Things Done® (GTD®)?

Apa itu Getting Things Done® (GTD®)?

Pernah merasa jika 24 jam dalam sehari itu kurang? Jika ya, Anda tak sendirian. Saya pun terkadang merasa demikian, terlebih ketika masih banyak daftar pekerjaan yang harus diselesaikan. Dituntut untuk dapat menyelesaikan setiap tugas dan pekerjaan dengan baik dan tepat waktu, mulailah saya mencari sebuah metode yang dapat digunakan untuk mengatur daftar tugas dan kegiatan tersebut. Inilah awal mulanya saya berkenalan dengan Getting Things Done® atau GTD® yang diciptakan oleh David Allen. Seperti apa itu GTD®? Mari kita bahas.

Getting Things Done® atau GTD® adalah sebuah metode produktivitas yang bisa Anda terapkan untuk mengorganisir setiap aspek pekerjaan ataupun daftar tugas yang harus dikerjakan. Dengan tagline “The art stress free productivity”, David Allen telah mengajar banyak orang bagaimana mengatur beragam hal baik itu urusan personal atau profesional lewat metode Getting Things Done®.

Secara garis besar, ada 5 langkah yang harus Anda lakukan ketika ingin mencoba mengimplementasikan sistem GTD® dalam keseharian. Apa saja?

5 langkah GTD®:

  1. Capture Collect/ CaptureDalam langkah ini Anda wajib menuangkan setiap pekerjaan, tugas, pesan atau email yang harus dibalas, barang yang harus dibeli, hingga apapun yang menarik perhatian Anda ke dalam sebuah ‘Inbox’. Inbox di sini adalah sebuah tempat penampungan khusus hal-hal yang menarik perhatian Anda. Baik itu hal besar, kecil, personal, professional wajib Anda ‘keluarkan’ dari pikiran Anda.David Allen percaya bahwa otak manusia diciptakan untuk menghasilkan ide serta pemikiran dan bukan untuk menyimpannya. Oleh karena itu Anda perlu sebuah ‘Inbox’ yang dapat berupa post-it, aplikasi pencatat di iPhone, Moleskine notebook hingga perekam suara.
  2. ClarifyprocessSetelah ‘menumpahkan’ segala hal yang ada di pikiran Anda, kini saatnya memperjelas apakah hal-hal tersebut benar-benar bisa Anda kerjakan atau tidak. Jika sebuah hal bisa Anda selesaikan dalam waktu kurang dari 2 menit, segera kerjakan tanpa menunda lagi. Ketika ada sebuah hal yang tidak relevan, Anda bisa menghapusnya dari Inbox atau jika Anda ingin mewujudkannya di masa mendatang, silakan diinkubasi hal tersebut.
  3. OrganizeorganizeSaatnya mengorganisir daftar hal yang sudah kita tuangkan ke dalam Inbox pada sebuah kategori yang lebih spesifik. Misalnya: Daftar belanjaan, Daftar orang yang perlu ditelepon, e-mail dan pesan yang perlu dibalas.
  4. ReflectreviewHal terpenting dari GTD® yang tak boleh Anda lewatkan. Review daftar hal, tugas serta pekerjaan yang sudah dibuat sesering mungkin. Lakukan review untuk mengupdate daftar hal serta kegiatan setidaknya seminggu sekali agar Anda mengetahui akan hal-hal yang perlu diselesaikan.
  5. EngageengageLangkah terakhir tentu saja melakukan atau menyelesaikan daftar tugas dan pekerjaan yang sudah Anda bikin tersebut berdasarkan prioritas.Untuk memberikan gambaran lebih jelas tentang Getting Things Done®, silakan simak video dari Epipheo.TV berikut:

Nah, jika Anda tertarik untuk mempelajari metodologi Getting Things Done® lebih lagi, silakan dapatkan bukunya. Saya mendapatkan buku Getting Things Done® cetakan terakhir dari Periplus Plaza Indonesia seharga Rp 250 ribu. Jika ingin memesan secara Online, Anda bisa mendapatkannya dari Amazon atau Book Depository.

Menggunakan Getting Things Done® tidak serta merta membuat setiap pekerjaan dan tugas yang Anda miliki selesai dengan seketika. Namun dengan Getting Things Done® Anda bisa mengetahui hal mana yang sedang menjadi prioritas dan perlu untuk diselesaikan segera. Bukan pekerjaan yang mengatur hidup kita namun kitalah yang mengatur pekerjaan, bukan begitu?

Sumber: GTD®

Berlangganan
UNAPPOLOGETIC Newsletter

Dapatkan beragam informasi, berita seputar Apple juga tips dan trik perangkat iPhone, iPad dan Mac setiap minggunya

Leave a Reply

Berlangganan
UNAPPOLOGETIC Newsletter

Dapatkan beragam informasi, berita seputar Apple juga tips dan trik perangkat iPhone, iPad dan Mac setiap minggunya