cool hit counter Nulis blog dari iPhone atau iPad? Bisa kok. | UNAPPOLOGETIC

Nulis blog dari iPhone atau iPad? Bisa kok.

Beberapa hari yang lalu saya menulis 5 aplikasi keyboard pilihan yang bisa kamu gunakan di iPhone atau iPad. Bukan, saya tak sedang berada di kantor atau di coffee shop sehingga saya bisa menulis dan mempostingnya dari Mac. Saya menulisnya selama perjalanan kereta dari Cirebon menuju Jakarta, dan hanya menggunakan iPhone. Ya, iPhone yang biasanya untuk ngecek Path, Instagram, Twitter atau media sosial lainnya ternyata bisa digunakan untuk bekerja. To get things done.

Nah, pada tulisan kali ini saya akan bercerita sedikit tentang proses penulisannya. Secara garis besar prosesnya:
1. Menulis dan mengeditnya menggunakan Ulysses
2. Mengambil screenshot aplikasi dan menyusunnya menggunakan LongScreen
3. Membuat hero images
Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas satu persatu.

Menulis dan mengedit menggunakan Ulysses

Ulysses merupakan aplikasi pengolah teks pilihan saya. Selain dilengkapi fitur yang mempermudah formatting, pada update terbarunya Ulysses mendapatkan fitur publishing ke WordPress yang juga CMS yang saya gunakan. Di Ulysses, saya menulis menggunakan syntax Markdown1.

Untuk mengedit tulisan khususnya menyisipkan link serta gambar, saya memilih menggunakan Editorial. Editorial dilengkapi dengan in-app browser dan workflow yang mendukung scripting dengan bahasa Python. Gabungan teks editor dengan fitur otomasi seperti Editorial tak hanya menyenangkan untuk digunakan tetapi juga membuat pekerjaan lebih cepat selesai. The right tools doesn’t just get the work done but also let you enjoy the process.

Mengambil screenshot aplikasi, mengedit dan mengunggahnya ke WordPress

Mungkin inilah langkah yang paling ribet ketika kamu ingin ngeblog lewat iPhone atau iPad. Ada beberapa aplikasi yang saya gunakan untuk mengedit screenshot. Screenshot tips dan trik dengan kaca pembesar, saya edit menggunakan Workflow dan PointOut. Screenshot yang akan digunakan diresize dan digabungkan dengan menggunakan workflow berikut. Selanjutnya diedit di PointOut untuk menambahkan loop agar langkah-langkah yang ingin ditunjukkan di screenshot menjadi lebih jelas.

Untuk screenshot yang diletakkan pada frame perangkat seperti pada tulisan aplikasi keyboard pilihan, saya menggunakan LongScreen. Selain menempatkan screenshot pada perangkat yang pas, LongScreen juga dapat menggabungkan beberapa perangkat dan membersihkan status bar2 . Apabila screenshot sudah siap, langkah selanjutnya yang saya lakukan adalah membuat hero image alias gambar pertama pada setiap artikel di UNAPPOLOGETIC.

Membuat hero images

Kalau saya sedang menggunakan Mac, membuat hero artikel lebih mudah dengan menggunakan Photoshop. Tinggal buka mock-up yang ingin digunakan, tambahkan screenshot dan save. Namun karena hal tersebut tidak mungkin dilakukan di iPhone maka saya mencoba cari cara lain. Untunglah sekarang sudah mulai banyak web untuk menghasilkan mockup dari screenshot yang diupload, saya menggunakan Smart Mockups dan Dunnk. Buka website tersebut, upload screenshot dan download mockup jadinya.

Upload screenshot dan hero images ke CMS

Meski aplikasi resmi WordPress dapat digunakan untuk mengupload gambar namun saya kurang suka menggunakannya. Saya memilih Transmit untuk menangani proses upload file dari iPhone atau iPad ke CMS. Tinggal pilih dari aplikasi Photos, tekan tombol Share, pilih Transmit di share extension dan upload. Selanjutnya tinggal copy direktori dari foto yang diunggah dan sisipkan ke dalam tulisan dengan format Markdown.

Kesimpulan (dan pertanyaan?)

iOS semakin canggih setiap tahunnya dengan update yang diberikan oleh Apple. Integrasi yang solid antar aplikasi serta sistem operasi lainnya milik Apple menjadi kunci. Apple doesn’t just sell iPhone, iPad or Mac. They sell ecosystem. Mungkin itulah salah satu alasan terbesar3 saya mengapa tak sedikitpun tertarik untuk menggunakan PC ataupun Android.

Ada pertanyaan atau hal yang kurang jelas? Silakan sampaikan di kolom komentar di bawah ini dan saya akan dengan senang hati menjawabnya.


  1. Markdown adalah sebuah syntax yang mempermudah penulisan dan nantinya bisa diexport ke dalam format HTML. I think everyone who blogging seriously should learn Markdown. 
  2. Dengan membersihkan status bar, kamu akan mendapatkan screenshot dengan sinyal wifi penuh, battery 100% serta jam 09.41 layaknya produk Apple ketika sedang didemokan. 
  3. Dan mungkin alasan satu-satunya mengapa saya masih setia menggunakan produk Apple 

2 Comments

Leave a Reply

Berlangganan
UNAPPOLOGETIC Newsletter

Dapatkan beragam informasi, berita seputar Apple juga tips dan trik perangkat iPhone, iPad dan Mac setiap minggunya